Dalam menghadapi masa karantina, semua orang pasti menyiapkan beberapa “bekal”, saya pun demikian, saya sudah menyiapkan beberapa cara agar tetap hidup dengan waras. Salah satu yang saya lakukan adalah mendownlod video youtube sebanyak-banyaknya ketika ada kesempatan mampir ke tempat yang ada wifinya.
Dari banyaknya video tersebut, ada satu video yang membuat saya tercengang. Yaitu video di chanel Tretan Universe, tentang interview Dustin Tiffani (salah satu talent MLI). Ya namanya memang tidak sebeken Coki Pardede atau Tretan Muslim (terlepas dari kontroversi terkenalnya mereka). Namun ketika melihat video tersebut saya jadi memiliki sudut pandang yang berbeda, terutama dalam kesehatan mental.
Bagi yang belum tahu, Dustin adalah orang yang memiliki persona absurd parah, orang yang melihatnya akan berpikir “nih orang ngapain sih”. Begitu juga Hasan Askari (konselor dalam video tersebut), ia mengira bahwa Dustin masih menggunakan persona absurd ketika interview, sehingga beberapa kali ia harus menarik napas panjang dan kebingungan. Namun ternyata Dustin adalah Dustin, baik di atas panggung ataupun di luar panggung. Ya memang gitu orangnya kwkwkw
Sekilas jika kita melihat video tersebut, pasti akan langsung cengar-cengir dan merasa apa yang dikatakan si Dustin ini gak masuk akal dan gak nyambung.
Di awal video tersebut, saat konselor basa basi nanya “dari mana kok kayaknya capek”
Dustin : dari rumah ke sini tujuannya
Konselor: ya kok kayaknya badannya capek
Dustin : ya karena saya kesini nyari jalan baru pak, gak kayak kemarin-kemarin yang emang jalannya lewat inisiatif sendiri.
kedua
konselor: Dustin berapa bersaudara
dustin: satu dari satu bersaudara
koselor: (nahan ketawa) anak tunggal ? oke
ketiga
konselor : profesi apa Dustin?
Dustin: profesi saya ya pekerjaa… pekerja pak
Konselor: ya profesi kan emang pekerjaan (agak ngambil napas)
keempat
Konselor: pola asuh orang tua gimana ?
Dustin: Alhamdulillah saya dibebaskan untuk ngapain ajah, cuman ya kalau misalnya hal negatif wah jangan dah, hal negatif itu kayak misalnya saya harusnya nutup pager tapi saya tidak nutup pager
Konselor: nutup pager adalah hal negatif ?
Dustin: iya, karena khawatir ada kucing masuk apa gimana
kelima
Konselor: Dustin pernah sedih
Dustin: Pernah
Konselor: Yang paling bikin sedih apa?
Dustin: Waktu itu disuruh beli gorengan ubi, dan tidak menaruh cabe, kemudian dimarahi
keenam
Konselor: Boleh diceritakan titik terendah?
Dustin: Pada saat kumpul sama temen-temen tapi malah sibuk main hp miring
*
Dalam proses interview bahkan si konselor terkesan agak heran dan bingung dengan si zero logic (julukan dustin). Dimenit ke 06:58 konselor sempat ketawa sambil nanya ke produser “ini bener gak sih, emang kayak gini?”
Namun kalau kita melihat video tersebut dengan seksama, kita akan merasa prihatin dan bisa memahami maksud dari jawaban absurd si Dustin. Ia menyampaikan kesedihannya dengan serius, ia sama sekali tidak tertawa, ia benar-benar menyampaikan apa adanya.
Ketika Dustin mengatakan hal yang paling menyedihkan adalah saat membeli ubi goreng dan tidak membawa cabe kemudian dimarahin orang tuanya. Alasan Dustin sederhana, karena pada dasarnya ubi kan manis, jadi tidak perlu cabe, dan saya juga jarang sekali melihat orang makan ubi pake cabe.
Dari sana bisa kita simpulkan bahwa si Dustin sedih bukan karena tidak membawa cabe tapi lebih pada kecewa karena tidak dapat meyakinkan orang tuanya atas tindakan yang ia lakukan dan tidak bisa melawannya dengan kata-kata.
“Saat orang tua nyerocos, saya gak bisa ngelawan karena itu adalah sesuatu peperangan yang gak harus dilawan” –dustin tiffani.
Oke next…
Titik terendah dalam hidup Dustin adalah saat kumpul sama temen-temen kemudian semuanya bermain hp (baca: game online). Dustin mengatakan “seakan-akan saya gak ngerti istilah-istilah yang dibahas dalam game”. Disaat itu saya merasa berada di dunia yang berbeda, pungkasnya.
Artinya titik terendahnya adalah dikucilkan oleh orang yang dia anggap sahabat, dan berada di antara sahabat dengan keadaan tidak bersahabat.
Dustin adalah kita semua. Tidak semua orang bisa membahasakan kesedihannya dengan bahasa yang mudah dipahami sekitarnya. Dan percayalah, orang seperti ini sangat banyak jumlahnya. Cita-cita dustin pun tidak muluk-muluk, cuma pengen tidak dipandang sebelah mata saja.
Ini adalah jawaban yang mewakili hati terdalam dan sering kita sepelekan. Berbeda dengan cita-cita kita yang selalu tinggi sampai ahirnya membuat kita menjadi tertekan dan tidak menikmati hidup, padahal kalau kita bedah, cita-cita yang tinggi itu sebenarnya bukan dari hati terdalam kok, namun dari keinginan untuk nyenengin orang-orang disekeliling saja.
Saya setuju dengan penutup di video tersebut yang mengatakan bahwa tidak semua orang mudah untuk terbuka dan menyampaikan apa yang mereka rasakan/pikirkan. Nilai dan penderitaan manusia bersifat subjektif dan tidak bisa dibanding-bandingkan. Kesedihan Dustin saat bercerita tentang ibunya dan ubi goreng mungkin terdengar absurd dan lucu untuk orang lain, namun bagi Dustin itu adalah hal yang benar-benar menyedihkan.
Video lengkap bisa dilihat di sini
Sekian, dan salam pramukaa
Penulis: Fiqul Adib | Anak Kos
Mulai 1 Juli 2024 Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan dapat digunakan sebagai Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP). Hari ini, Minggu (30/6), merupakan tenggat waktu mengintegrasikan NIK menjadi NPWP. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112 Tahun 2022 tentang Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, dan Wajib Pajak Instansi Pemerintah. Dengan demikian, format NPWP yang saat ini terdiri dari 15 digit hanya akan berlaku sampai hari ini. Kemudian, mulai 1 Juli 2024 akan menggunakan format baru yakni 16 digit. Pemadanan NIK dengan NPWP hanya berlaku bagi masyarakat yang telah memiliki NPWP. Wajib pajak yang baru akan mendaftar, nantinya bakal langsung terdaftar di NIK. Masyarakat harus memadankan NIK dan NPWP-nya pada hari ini agar tidak mengalami gangguan kendala dalam aktivitasnya. Pasalnya, mereka yang NIK nya belum terdaftar sebagai NPWP tidak bisa melakukan transaksi yang berhubungan dengan perpajakan. Berikut daftar layanan yang tak bisa dilakukan ji...
Oleh: Lailatus Syarifah Mahasiswa UNISLA II Paciran Sering nggak sih dengar kalau orang Lamongan pantang makan lele? Padahal banyak lho perantau Lamongan yang berjualan pecel lele, namun konon mereka pantang memakannya. Lalu bagaimana sejarah yang terdapat di balik kepercayaan itu? Pasti ada asal muasal lahirnya pantangan bagi masyarakat asli Lamongan untuk memakan ikan lele. Apakah semua warga Lamongan asli pantang memakannya ataukah hanya sebagian kecil masyarakat saja? Jika iya, di mana tepatnya desa yang dimaksud? Mari simak sejarah di balik pantangan makan ikan lele. Menurut Ranggawarsita (pujangga Jawa di Kasunanan Surakarta), serta beberapa sumber lain seperti cerita para sesepuh desa, didapatkan sejarah asal muasal pantangan makan ikan lele bagi masyarakat Lamongan. Cerita ini berawal ketika Sunan Giri III yang bernama Sedamargo melakukan penyebaran agama Islam ke desa-desa menelusuri sepanjang aliran Bengawan Solo bersama dengan muridnya. ...
Sore itu, Sabtu (2/9) 6 dari 8 atlit yang kami bawa menaiki podium juara. Belum ada yang juara pertama. Toh, banyak dari anak-anak yang baru mengikuti kejurkab. Tak kuasa saya sebagai official terus-menerus memberi arahan. Salah satu arahan yang saya lakukan adalah memberikan masukan tentang permainan lawan. Nama-nama langganan juara banyak yang turun gunung. Menganalisa permainan lawan sebelum bertanding adalah salah satu hal. Namun, saya sulit mencari celah, sebab lawan babak pertama dari pemain langganan juara, sangat jauh. Pemain pemula, batin saya. Seminggu selepas kejurkab. Tak ada yang tersisa. Yang tersisa hanya kumpulan foto selama pertandingan. Sejam selepas penyerahan tropi juara, anak-anak saya kasih wejangan, "bahwa nikmatnya juara itu cuma beberapa hari, setelah itu kalian harus kembali latihan lagi. Karena Senin sudah akan kembali latihan." Nikmati setiap proses latihan. Sebab, proses latihan yang akan menentukan hasil pertandingan. Penulis ...
Komentar
Posting Komentar