SIDOARJO, KABAR.PACIRAN.COM Dalam ajang kepanduan yang diselenggarakan oleh PGSD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Madrasah Aliyah Muhammadiyah Entrepreneur 13 (Mamsaga) Sidodadi Kranji Paciran Lamongan sukses meraih juara. Sekolah ini berhasil menyabet Juara Umum II Putra, Ahad (15/3/2020.
Ajang kepanduan ini diikuti sebanyak 24 tim putra dan putri baik dari kepanduan Hizbul Wathan maupun Pramuka se-Jawa timur. Materi yang diperlombakan meliputi pionering, yel-yel kreasi dan cerdas cermat.
Persiapan Mamsaga di ajang Kepanduan ini hanya berlatih 4 kali dikarenakan bertepatan dengan PTS dan Kegiatan program Pondok Pesantren Darussalam yaitu Dauroh Tahfidzul Al Qur'an 15 Juz.
Dengan persiapan minim kontingen Mamsaga tidak mematok target menjadi Juara Umum tapi anak-anak punya semangat tinggi, tidak kenal lelah, tahan panas dan lapar. Selain itu mereka juga harus berbagi waktu untuk belajar PTS-nya dan hafalan program pondok. Sehingga jadwal latihan pun terbatas hanya mulai pukul 10.30-11.20 WIB selama empat hari.
Alhamdulillah Mamsaga berhasil merebut juara 3 Pionering dengan meraih 403 poin, membuat karya burung dari 50 tongkat dengan anggota Amirul, Wahyu, Fakhris, Sharukh, Faur, Riyan dan Asliq. Meraih Juara 3 cerdas cermat kepanduan dengan meraih 231 poin dengan Anggota Mirza, Anton, Ayyuhan dan juara 2 Yelyel kreasi dengan 581 poin.
Dengan perolehan ini, Mamsaga ditetapkan sebagai juara umum 2 putra, mendapatkan Tabanas, piala dan Sertifikat.
Mulai 1 Juli 2024 Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan dapat digunakan sebagai Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP). Hari ini, Minggu (30/6), merupakan tenggat waktu mengintegrasikan NIK menjadi NPWP. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112 Tahun 2022 tentang Wajib Pajak Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, dan Wajib Pajak Instansi Pemerintah. Dengan demikian, format NPWP yang saat ini terdiri dari 15 digit hanya akan berlaku sampai hari ini. Kemudian, mulai 1 Juli 2024 akan menggunakan format baru yakni 16 digit. Pemadanan NIK dengan NPWP hanya berlaku bagi masyarakat yang telah memiliki NPWP. Wajib pajak yang baru akan mendaftar, nantinya bakal langsung terdaftar di NIK. Masyarakat harus memadankan NIK dan NPWP-nya pada hari ini agar tidak mengalami gangguan kendala dalam aktivitasnya. Pasalnya, mereka yang NIK nya belum terdaftar sebagai NPWP tidak bisa melakukan transaksi yang berhubungan dengan perpajakan. Berikut daftar layanan yang tak bisa dilakukan ji...
Oleh: Lailatus Syarifah Mahasiswa UNISLA II Paciran Sering nggak sih dengar kalau orang Lamongan pantang makan lele? Padahal banyak lho perantau Lamongan yang berjualan pecel lele, namun konon mereka pantang memakannya. Lalu bagaimana sejarah yang terdapat di balik kepercayaan itu? Pasti ada asal muasal lahirnya pantangan bagi masyarakat asli Lamongan untuk memakan ikan lele. Apakah semua warga Lamongan asli pantang memakannya ataukah hanya sebagian kecil masyarakat saja? Jika iya, di mana tepatnya desa yang dimaksud? Mari simak sejarah di balik pantangan makan ikan lele. Menurut Ranggawarsita (pujangga Jawa di Kasunanan Surakarta), serta beberapa sumber lain seperti cerita para sesepuh desa, didapatkan sejarah asal muasal pantangan makan ikan lele bagi masyarakat Lamongan. Cerita ini berawal ketika Sunan Giri III yang bernama Sedamargo melakukan penyebaran agama Islam ke desa-desa menelusuri sepanjang aliran Bengawan Solo bersama dengan muridnya. ...
Oleh : Imroatul Imaniah Mahasiswi UNISLA II Paciran Ada banyak hal yang terjadi dan tersimpan dari tanah kelahiranku sekaligus tempat tinggalku. Saya dengar dan dapati ketika mendengar cerita orang tua terdahulu yang hidup sebelumnya dengan segala bentuk cerita dan misteri yang tersimpan selama ini. Hidup memang penuh misteri di mana tidak akan pernah tahu bagaimana kehidupan ke depan akan terjadi, misteri bukanlah masalah untuk dipecahkan tapi kenyataan untuk dialami. Pernah ada seseorang yang berkata padaku bahwa dahulu ada sebuah “Makam Ndowo” yang konon sering dipuja-puja oleh masyarakat setempat yang telah lalu, dengan membentuk lingkaran seperti Wer. Wer-wer disini berada di tengah-tengah yang jauh dari perkampungan masyarakat, karena pada saat itu masih belum tersedia banyak rumah seperti sekarang ini, saat ini tempat itu dijadikan PKU (Pembina Kesejahteraan Umat). Dan itulah mengapa disebut Desa Weru. Desa Weru termasuk daerah pesisir ya...
Komentar
Posting Komentar