Postingan

SUMBERAGUNG: DESA YANG SUMBER MATA AIRNYA TIDAK PERNAH HABIS

  Oleh: Azkiatus Safanah (PGMI UNISLA Paciran)     Apakah kalian pernah mendengar desa Sumberagung? Sumberagung adalah sebuah desa yang berada di kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Indonesia.      Apakah kalian tahu kenapa bisa desa Sumberagung disebut dengan nama desa Sumberagung? Beginilah legenda rakyat yang sering saya dengar. Legenda Sumberagung yang berawal dari sebuah sumber mata air di Lamongan, telah menjadi cerita yang melegenda di kalangan masyarakat setempat. Kisah ini mengisahkan tentang keajaiban alam yang terjadi di tempat tersebut dan memberikan berkah bagi penduduk desa tersebut.     Menurut cerita yang beredar, dulu desa tersebut mengalami krisis air yang parah. Warga desa kesulitan mendapatkan air yang bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Namun suatu hari ada seorang petani yang sedang pergi ke sawah. Petani tersebut sedang menggali lahan untuk ditanami padi. Ketika petani sedang menggali lahan tersebut tetiba pet...

Legenda Desa Blimbing Paciran: Raden Fakih si Pemenang Sayembara

  Oleh : Putih Cahyaningsih (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Lamongan)    Menurut cerita yang beredar, Desa Blimbing Paciran memiliki asal-usul yang erat kaitannya dengan pohon blimbing. Dahulu kala, desa ini dikelilingi oleh hutan belantara yang lebat, yang kemudian diolah dan dibuka oleh penduduk asli desa untuk dijadikan lahan pertanian. Di tengah-tengah lahan yang mereka olah, tumbuh subur pohon-pohon blimbing yang melimpah.      Di sisi lain terdapat suatu kelompok yang telah lama mencari sepasang pengantin yang menghilang di makan Ular Naga, kelompok ini dikenal dengan sebutan kelompok SEPULUH yang merupakan campuran antara kelompok utara dan selatan, saat kelompok sepuluh menyusuri jalan tengah desa ini, dijumpai kerumunan orang ramai sekali, mereka mengira Ular Naga yang membawa pasangan pengantin itu sudah ditemukan dan disaksikan orang banyak, ternyata salah praduga.     Di tengah Desa ini Ratu Sulinggawa dari Jawa ...

Santri Pengukir Batu, dan Ironi di Balik Asal Usul Desa Solokuro

  Oleh: Achmad Ma’ruf Fahami (PGMI Unisla Paciran)   Pada zaman dahulu kala di sebuah sudut di pulau Jawa terdapat sebuah desa yang dulunya bernama desa Jalak dan desa Sangan. Dulunya penduduk desa tersebut saling gotong royong. Suatu ketika datanglah seorang santri yang berasal dari kota Solo. Dia datang ke desa tersebut dengan maksud dan tujuan untuk syiar agama Islam. Akan tetapi, penduduk sekitar memandang kedatangan santri tersebut adalah ada maksud lain.     Pada suatu ketika penduduk desa tersebut kehilangan harta bendanya, karena saking bencinya masyarakat desa tersebut kepada santri tadi, penduduk pun langsung menuding santri tersebut adalah pencurinya tanpa disertai dengan barang bukti.    Di pihak lain, yaitu santri tersebut masih belum tahu akan berita tersebut dan masih sibuk dengan karyanya yaitu membuat ukiran batu yang menyerupai hewan kura-kura dan masjid untuk tempat ibadah. Tanpa disadarinya penduduk desa Sangan dan Jalak telah sampai di ...

DESA SEDAYU, DUSUN BETIRING, DAN CERITA-CERITA MENARIK DI BALIKNYA

  Oleh: Nur Shoimah Amaliyah Mahasiswa UNISLA II Paciran Desa Sedayu, sebuah desa kecil yang menyimpan sejarah kejayaan pesisir Lamongan di masa lalu. Pada masa kerajaan Singasari dan Majapahit, Pelabuhan Sedayu adalah jalur ekspedisi penting di Nusantara.     Nama Sedayu berasal dari kata “si-dayuh” yang berarti “tempat istirahat orang asing”. Karena pada masa itu tempat ini adalah Pelabuhan besar, dan pada saat itu wilayah kecamatan Brondong dan Paciran barat masuk kadipaten Tuban, Sementara Paciran timur masuk kadipaten Gresik.     Pada masa itu ada seorang pemuda yang perahunya mengalami masalah dan terdampar di wilayah Sedayu, pemuda itu bernama Abdul Khohar dari Baghdad (Irak) yang merantau ke tanah Jawa.     Abdul Khohar dikenal kehebatannya dan sangat pandai berinteraksi dengan masyarakat sekitar, dan akhirnya menikah dengan Dewi Sukarsih anak dari Tumenggung Joyo...

BRENGKOK: NAMA UNIK YANG PUNYA CERITA MENARIK

  Oleh: M.Syarif Hidayatullah Mahasiswa PGMI UNISLA II Paciran Desa Brengkok terletak di kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Menurut cerita orang tua dulu, sejarah desa brengkok ini yaitu dimulai dari perkumpulan penduduk yang menempati sisi pojok bagian barat laut Desa Brengkok yang dikenal oleh penduduk setempat sendiri sampai sekarang dengan nama “L E D H O K”. Wilayah Desa Brengkok yang waktu itu terkenal dengan keangkerannya sehingga jarang sekali orang yang bisa bertahan hidup di Desa Brengkok kalau tidak meninggal dunia, pasti meninggalkan wilayah Desa Brengkok. Pada kondisi seperti ini datang seorang yang waktu itu dianggap sakti mandraguna, ksatria itu bernama “Gagak Pinaksi”. Menurut cerita masyarakat, nama Gagak Prinaksi mempunyai beberapa versi. Ada yang beranggapan bahwa Gagak Prinaksi adalah nama seekor burung, namun ada juga yang beranggapan bahwa Gagak Pinaksi nama seorang yang sakti yang mampu menjelma sebagai burung gagak yang dipakai sebag...

MBAH SUNAN SINGOSARI: PAHLAWAN DARI DESA SAWO

  Oleh: Norma Zuni Antika Mahasiswa UNISLA II Paciran Pernahkah kalian mendengar desa Sawo? Bukankah Sawo itu nama buah? Sawo adalah sebuah desa paling barat di daerah kabupaten Gresik. Sawo menjadi pembatas kabupaten Gresik dengan kabupaten Lamongan. Di sebelah utara, Sawo berbatasan dengan desa Petiyin Takerharjo, sebelah timur berbatasan dengan desa Bulangan dan Wonokerto, sebelah selatan berbatasan dengan Bengawan Solo dan sebelah barat berbatasan dengan desa Bulubrangsi.     Di desa Sawo terdapat sebuah makam yang diyakini berkaromah tinggi. Makam tersebut dikenal dengan sebutan Mbah Sunan Singosari. Banyak penziarah yang datang ke desa Sawo untuk tabarukan dan ingin mencari berkah Mbah Singosari. Legenda Mbah Singosari di Sawo telah menjadi cerita yang melegenda dan menginspirasi di kalangan masyarakat Jawa Timur.     Sunan Singosari adalah cucu dari Sunan Giri. Ayahanda Sunan Singosari ini Bernama Sunan Tegal Wangi bin Sunan Giri. Sedang dari jalur ibu,...

KERANGKA DAN PENGUKURAN KUALITAS AUDIT SEKTOR PUBLIK

Gambar
  Oleh : Sri Handayani Baqiyatus Sholihah   Perkembangan audit sektor publik di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal ini didukung dengan munculnya tiga paket perundang-undangan yang diterbitkan berupa : Undang-undang No 1 Tahun 2003 tentang Perbendaharaan Negara, Undang-undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan Undang-undang No 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.   Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) menyebutkan bahwa auditor harus bersikap independensi dalam pemikiran dan independensi dalam penampilan. perilaku seorang profesi harus mampu membangun kepercayaan masyarakat agar martabat dan kualitas jasa profesionalnya dapat terjaga. Untuk membangun kepercayaan suatu masyarakat maka perilaku profesional perlu diatur agar kualitas dari hasil pekerjaannya dapat dipertanggung jawabkan. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya standar dan aturan etika profesi supaya ma...